Support Worker Menjadi Solusi Terakhir Dibukanya Kembali Pelayanan Penempatan PMI ke Saudi Arabia
Jakarta - Ribuan Pencari kerja tujuan Saudi Arabia menunggu dibukanya kembali pelayanan penempatan PMI skema SPSK ke Saudi Arabia
Saiful Ketua Umum berharap bila skema SPSK yang pernah diujicobakan ke Saudi Arabia saat Penempatan berada di Kemnaker RI segera dilanjutkan oleh KP2MI, kata Saiful.
Bila hasil evaluasi pelaksanaan skema SPSK perlu ditingkatkan, Support Worker adalah solusi tertinggi dilihat dari Pelindungan, ujar Saiful.
Bila SPSK PMI PK-nya dengan Syarikah tetapi bekerjanya di rumah tinggal Pengguna terkahir, untuk support worker tidak ada klausul bekerjanya di rumah tinggal pengguna terakhir, ujar Saiful
Dengan PMI tidak tinggal di rumah tinggal pengguna terakhir maka bila terjadi permasalahan Polisi dapat masuk ke rumah pengguna.
Standar Operasional Prodedur (SOP) tiap pagi PMI dijemput majikan dan setiap sore/malam PMI diantar kembali ke mess Syarikah, ujar Saiful.
Sebagaimana beredar di kalangan terbatas Saudi Arabia akan dibuka kembali dengan skema support worker dengan gaji 2000 Ryal (setara delapan koma sembilan juta rupiah), kata Saiful
Terhadap besaran Gaji tentu masih menjadi perdebatan di internal Pemerintah dan Aspataki meragukan permintaan gaji 2000 Ryal akan dikabulkan oleh Kerajaan Saudi Arabia, ujar Saiful

