Support Worker Penempatan PMI ke Saudi Arabia Solusi Tertinggi Untuk Mendukung Program Pemerintah Menempatkan 500.000 PMI
Jakarta - Support Worker Penempatan PMI ke Saudi Arabia dapat menjadi solusi tertinggi jika dilakukan dengan benar dan dengan perlindungan yang memadai. Hal ini dusampaikan Ketua Umum Aspataki pada hari imi 11 Februari 2026 di Kantor Staf Presiden (KSP) mengakhiri pemaparannya bersama jajaran pengurus DPP Aspataki
Perekrutan yang benar : Proses perekrutan harus dilakukan dengan transparan dan adil, serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pelatihan yang benar : PMI harus mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum berangkat, termasuk pelatihan bahasa, budaya, dan keterampilan kerja, Aspataki menggandeng Organisasi Pelaksana Pelatihan Pekerja Indonesia (OPPPI)
Uji kompetensi yang benar : PMI harus menjalani uji kompeten yang benar untuk memastikan mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan, Aspataki akan bekerja sama dengan puluhan LSP (Lembaga Sertufikasi Profesi).
Asuransi yang memadai : PMI harus memiliki asuransi yang memadai untuk melindungi mereka dari risiko, termasuk asuransi kesehatan, kecelakaan, dan lain-lain.
Verifikasi yang benar : Proses verifikasi harus dilakukan dengan benar untuk memastikan bahwa PMI memiliki dokumen-dokumen yang lengkap dan sah.
Dengan melakukan semua hal di atas, Support Worker Penempatan PMI ke Saudi Arabia dapat menjadi solusi tertinggi dan memberikan manfaat yang besar bagi PMI dan keluarganga
Pada kesempatan tersebut Saiful terlebih dahulu memaparkan tingginya pengangguran lulusan SMP ke bawah yaitu sesuai data BPS Nopember 2025 ada 52%.
Total 52% di atas dapat dihabiskan dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang dan Aspataki yang di 2024 sukses menempatkan PMI 51% (data KP2MI) dan di 2025 sukses menempatkan PMI skema P to P 52% akan mengambil peran maksimal untuk membantu Pemerintah mengurangi atau mengahabuskan pengangguran khususnya yang lulusan SMP ke bawah, kata Saiful
Keyakinan Saiful, dengan Support Worker penempatan PMI ke Saudi Arabia akan memangkas target pengurangan lulusan SMP ke bawah dari 10 tahun menjadi 5 atau 6 tahun ke depan tidak ada lagi pengangguran lulusan SMP ke bawah yang berjumlah 52^ kata Saiful Ketua Umum Aspataki
Saiful pada kesempatan tersebut juga menyinggung Koperasi Merah Putih dsbagai altermatif pembiayaan karena faktanya selama ini KUR PMI tidak berjalan sebagaimana mestinys, dengan bunga tidak lagi menjadi 6% tetapi 35%, ujar Saiful
Sementara di KP2MI pads hari yang sama (11/2) Menteri P2MI menerima kunjungam Duta Bedar Saudi Arabia dalah satu matetinya membicarakan kemungkinan Penempatan PMI ke Saudi Arabia dibuka kembalui dengan skema Support Worker








