Respon Aspataki Atas Seruan Work From Home (WFH), Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Malang, Jawa Timur - Rencana pemerintah yang memberlakukan WFH baik untuk ASN dan swasta guna mengirit penggunaan APBN, menghemat biaya BBM disikapi samgat positif oleh DPP Aspataki.
Dalam suasana Idul Fitri, H. Saiful, Ketua Umum DPP Aspataki menyikapi rencana WFH mulai April 2026 dengan pertimbangan anggaran khususnya para ASN adalah ide yang revolusioner, tepat dan wajib didukung 100% oleh para stakeholders pelayan penempatan PMI dalam dan luar negeri tanpa terkecuali, kata Saiful.
"Sepanjang KP2MI menghidupkan SISKO P2MI, pada dasarnya P3MI gak ada masalah, tidak mengganggu pelayanan penempatan PMI", kata Saiful.
Sejak registrasi ID sampai OPP dapat dilaksanakan SECARA ONLINE baik dari LPK-BLK maupun dari kantor-kantor P3MI, apalagi materi OPP yang selama ini digunakan sejatinya sangat tepat bila OPP dilaksanakan secara Online, dengan demikian baik KP2MI, BP3MI,P4 dan P3MI/PMI akan hemat biaya yang tidak sedikit, “Kalau perlu selamanya online saja, bukan saat 2 (dua) hari WFH untuk onlinenya”, tambahnya.
Pelatihan CPMI tetap Ofline di LPK-BLK karena Tidak menggunakan APBN/APBD
Namun demikian, harapan Aspataki pelayanan SISKO P2MI sangat perlu ditingkatkan sehingga meski hari kerja ASN akan dikurangi maka target penempatan tidak akan terganggu mengingat bahwa penghambatan pelayanan akan mengganggu alur penempatan PMI ke negara tujuan penempatan, tegas Saiful
Semoga Dirjen Penempatan segera menerbitkan edaran pelaksanaan WFH dan tanggal 25 Maret 2026 Aspataki akan mengusulkan secara tertulis usula di atas denhan temhusan Presiden Prabowo Subianto, kata Ketum Aspatski


